Becak Bermesin Listrik di Medan: Lebih Senyap dan Ramah Lingkungan
vKota Medan kembali menunjukkan taringnya dalam inovasi transportasi lokal yang mampu beradaptasi dengan semangat zaman. Kehadiran becak bermesin listrik di Medan mendadak viral setelah beberapa unitnya terlihat melintas di jalanan protokol dengan suara yang sangat senyap dan tampilan yang lebih modern. Inovasi ini merupakan hasil modifikasi kreatif dari para teknisi lokal yang ingin mengubah citra becak motor (betor) yang selama ini identik dengan asap hitam dan suara mesin yang bising. Dengan mengganti mesin pembakaran internal menjadi motor listrik bertenaga baterai, kendaraan ikonik kebanggaan warga Medan ini kini bertransformasi menjadi sarana transportasi yang jauh lebih bersih dan mendukung program langit biru di perkotaan.
Secara operasional, penggunaan becak bermesin listrik di Medan ini menawarkan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi para pengemudinya karena biaya pengisian daya jauh lebih murah dibandingkan membeli bahan bakar minyak (BBM). Dalam satu kali pengisian penuh, becak ramah lingkungan ini mampu menempuh jarak puluhan kilometer, yang sangat cukup untuk melayani penumpang di area perkotaan sepanjang hari. Teknologi baterai yang digunakan juga dirancang agar mudah diisi ulang di rumah maupun di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang mulai menjamur. Selain kenyamanan bagi pengemudi, para penumpang juga merasa lebih betah karena tidak perlu menghirup bau bensin atau terganggu oleh getaran mesin yang kasar selama perjalanan menuju destinasi.
Reaksi netizen dan masyarakat lokal terhadap kemunculan becak bermesin listrik di Medan sangatlah suportif, di mana banyak yang berharap agar seluruh armada becak di Medan segera dikonversi ke tenaga listrik. Pemerintah daerah pun mulai melirik potensi ini untuk dijadikan sebagai angkutan wisata ramah lingkungan yang bisa menjadi daya tarik baru bagi turis mancanegara. Tantangan utama saat ini adalah ketersediaan suku cadang motor listrik dan biaya konversi awal yang masih dirasa cukup tinggi bagi sebagian pengemudi becak konvensional. Dukungan berupa subsidi atau skema cicilan ringan dari pihak perbankan sangat diharapkan agar transisi energi di sektor transportasi rakyat ini dapat berjalan lebih cepat dan merata tanpa memberatkan para pejuang jalanan tersebut.
