Kritik Pelajar Medan Terhadap Fasilitas Transportasi Publik
Menyuarakan aspirasi melalui platform digital kini menjadi cara efektif bagi para siswa, termasuk dalam menyampaikan kritik terhadap Transportasi Publik yang ada di kota Medan saat ini. Sebagai kota metropolitan terbesar di luar Jawa, Medan seharusnya memiliki sistem angkutan massal yang modern, aman, dan tentunya ramah bagi kantong para pelajar sekolah. Namun, realita yang dirasakan oleh anak-anak muda setiap harinya masih menunjukkan banyak kekurangan yang butuh segera diperbaiki oleh pemerintah kota setempat.
Ketidakteraturan jadwal kedatangan armada merupakan masalah utama dalam Transportasi Publik yang paling sering dikeluhkan karena seringkali membuat para siswa terlambat sampai di sekolah pagi-pagi sekali. Banyak angkutan kota yang harus menunggu penumpang terlalu lama atau ngetem di sembarang tempat, sehingga waktu perjalanan menjadi sangat lama dan tidak efisien bagi orang yang sedang terburu-buru. Padahal, ketepatan waktu adalah kunci utama agar transportasi umum bisa bersaing dengan kendaraan pribadi yang semakin memadati jalanan kota Medan setiap harinya.
Kondisi fisik armada yang sudah mulai tua dan tidak terawat juga menjadi poin keberatan terhadap kualitas Transportasi Publik yang saat ini masih beroperasi di berbagai rute utama kota. Kursi yang rusak, asap knalpot yang pekat, hingga mesin yang sering mogok di tengah jalan tentu sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan para penumpang yang membayarnya. Pelajar berharap adanya peremajaan unit kendaraan agar mereka bisa berangkat dan pulang sekolah dengan perasaan yang lebih nyaman dan tidak perlu menghirup polusi yang berlebihan.
Fasilitas pendukung seperti halte yang layak juga sangat minim tersedia, padahal halte adalah bagian penting dari sistem Transportasi Publik yang berfungsi untuk menertibkan tempat naik dan turunnya penumpang. Banyak siswa yang terpaksa menunggu di pinggir jalan yang sempit tanpa adanya atap peneduh, sehingga saat hujan tiba mereka seringkali basah kuyup sebelum sampai di ruang kelas mereka. Pembangunan halte yang modern dan aman dengan penerangan yang cukup tentu akan membuat masyarakat lebih tertarik untuk beralih menggunakan angkutan umum massal.
