Kota Medan kembali membuat heboh dengan sebuah inovasi pertanian perkotaan yang tidak lazim, di mana seorang Warga Medan berhasil membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menghasilkan buah raja, yakni durian. Biasanya, pohon durian membutuhkan lahan yang luas dan tanah yang dalam untuk tumbuh besar, namun di suatu kawasan ruko yang padat, terlihat pohon-pohon durian yang rimbun tumbuh subur di lantai paling atas bangunan tersebut.
Rahasia dibalik keberhasilan Warga Medan tersebut terletak pada penggunaan teknologi tabulampot (tanaman buah dalam pot) yang telah dimodifikasi dengan sistem nutrisi cair yang sangat presisi. Pohon durian yang ditanam bukan sembarang bibit, melainkan varietas unggul yang sudah melalui proses sambung pucuk agar bisa berbuah dalam postur yang tetap pendek. Dengan pengaturan media tanam yang ringan namun kaya tidak hara, beban pada struktur ruko tetap terjaga keamanannya. Inovasi ini mengabaikan anggapan bahwa penanaman durian harus dilakukan di kebun pinggiran kota atau di daerah pegunungan yang luas.
Keberanian Warga Medan ini dalam eksperimen juga didukung oleh sistem penyiraman otomatis yang dikontrol melalui perangkat pintar. Mengingat cuaca Medan yang cukup ekstrem, konsistensi asupan udara dan pemupukan menjadi kunci utama agar bunga durian tidak rontok dan bisa berkembang menjadi buah yang sempurna. Hasilnya bukan main-main; rasa durian yang dihasilkan diklaim lebih manis dan memiliki daging yang lebih tebal karena nutrisinya sangat terkontrol dibandingkan pohon yang tumbuh liar di alam. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi warga kota lainnya untuk memanfaatkan ruang kosong di atas bangunan mereka menjadi lahan produktif.
Dampak dari viralnya aksi Warga Medan ini juga mulai menggerakkan ekonomi kreatif di sekitarnya. Banyak orang yang mulai bertanya dan ingin mempelajari teknik menanam durian di lahan sempit tersebut. Konsep urban farming atau pertanian perkotaan di Medan pun naik kelas, dari sekadar menanam sayuran hijau menjadi tanaman buah bernilai ekonomi tinggi. Jika satu ruko bisa menghasilkan puluhan buah durian setiap musimnya, membayangkan potensi ekonomi yang bisa didapat oleh masyarakat perkotaan yang selama ini hanya menjadi konsumen. Ini adalah solusi cerdas untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus menciptakan oasis hijau di tengah hutan beton yang panas.
